Penawaran Khusus Akhir Tahun

•Desember 12, 2008 • 2 Komentar

Spesial penawaran akhir tahun. Penawaran ini kami berikan hanya bagi Anda yang mengetahui akan nilai yang terkandung dalam sebuah koleksi uang kuno. Khusus kami tawarkan beberapa koleksi uang bung Karno dengan harga spesial. Namun harga ini tidaklah seberapa dibanding nilai yang terkandung dalam koleksi tersebut.

SPESIAL PENAWARAN UANG BUNG KARNO

02-12-08_2304Kami tawarkan koleksi ini senilai IDR 219.900.000

Harga di  atas merupakan harga spesial akhir tahun ini, Anda bisa buktikan murahnya. Silakan search harga uang bung Karno di internet. Ini merupakan penawaran spesial akhir tahun ini. Penawaran ini kami tutup ketika memasuki awal tahun 2009. Bagi yang berminat segera hubungi kontak di atas.

Uang Koin Kuno

•Agustus 23, 2008 • 2 Komentar

Uang Bung Karno Melengkung

•Agustus 23, 2008 • 15 Komentar

Sendok Garpu disulap Jadi Harley Davidson

•Juni 12, 2008 • 2 Komentar

Sendok dan garpu ternyata tak hanya dipakai untuk makan. Kini, alat makan tersebut dapat disulap menjadi barang seni berupa miniatur Harley Davidson (HD). Dalam membuat “Harley Davidson” ini, proses pembuatannya cukup sederhana.

Sendok dan garpu dibentuk sesuai dengan imajinasi dengan alat-alat yang sangat sederhana pula. Sedangkan untuk ban motornya mengunakan sol sepatu. Rodi Ali, pria asal Bandung, yang mempopulerkan HD miniatur dari alat makan rumahtangga tersebut.

[Lihat Videonya]

Berbagai bentuk miniatur motor gede, telah ia buat dari yang klasik, sport, custom dan over dijualnya mulai dari harga Rp 300.000 hingga Rp 2 juta. Dalam sehari, Rodi dapat menyelesaikan minimal satu motor yang disesuaikan dengan tingkat kesuliatan dan besarnya miniatur.

Selama 8 bulan ini, Rodi Ali sudah menghasilkan sekitar 60-an miniatur motor gede Harley Davidson yang siap untuk dipasarkan. So, bagi yang belum bisa beli motor gede Harley Davidson, anda masih bisa memiliki miniatur HD yang terbuat dari sendok dan garpu.

Sumber: KOMPAS TV

Sepeda Kayu Unik

•Juni 12, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Anda seorang penggemar sepeda? Anda sudah banyak mengumpulkan sepeda dari berbagai jenis? Tentu sepeda kayu ini juga akan menarik minat anda.

Ya, inilah sepeda kayu pertama yang pernah ada. Sepeda kayu karya seorang pengerajin kayu yang selalu tertantang membuat apa saja dari bahan baku kayu.

[Lihat Videonya]

Dan Pak Yono kini dengan kreatifnya membuat sepeda dari kayu. Tentunya tidak seluruhnya murni dari kayu, karena kerangka sepeda tetap diambil dari rongsokan sepeda yang sudah tidak terpakai, sedangkan bahan baku kayunya diambil dari limbah kayu jati dari perhutani.

Jadilah sebuah sepeda kayu yang unik dan menarik.

Sumber: KOMPAS TV

107 Tahun Bung Karno, Derajat Kharismatik

•Juni 12, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tanggal 06 Juni 2008 kemarin, sang Proklamator Bangsa, Soekarno atau Bung Karno, telah berusia 107 tahun. Putra dan putri almarhum bapak bangsa ini merayakannya dengan penuh makna kebangsaan.

Sepotong tumpeng, diberikan kepada bapak Oemardhani, mantan Panglima Angkatan Udara era Soekarno, yang dianggap sebagai tokoh paling setia dan loyal kepada Bung Karno.

Kharismatik Bung Karno masih menebarkan semangat kemanusiaan. 107 tahun, meski telah hilang era rezim Soeharto, Bung Karno tetap sosok pahlawan yang mengangkat derajat kebangsaan. Bung Karno tak bisa terlupakan.

Masih banyak yang mengidolakan kepimpinannya, yang peduli rakyat kecil, sifat kemanusiaan yang adil dan beradab, meskipun ‘jalan Bung Karno tak pernah lurus’. Sukmawati Soekarnoputri, putri Bung Karno, menilai sosok kharismatik sang Proklamator, menjadi kekuatan berkebangsaan yang santun, elegan dan setulus-tulusnya.

[Lihat Videonya]

Sumber: KOMPAS

Investasi Uang Kuno Boleh Dipertimbangkan

•Mei 6, 2008 • 155 Komentar

Investasi Uang Kuno Boleh Dipertimbangkan

Oleh : Eva Martha Rahayu

Dunia numismatika tidak hanya memberikan keasyikan tersendiri bagi kolektornya, tapi juga menjanjikan potensi capital gain yang wah. Inilah pengalaman sejumlah investor uang kuno yang sukses.

Siapa bilang uang kuno untuk koleksi semata. Bahkan, mungkin masih ada pandangan yang lebih ekstrem: uang kuno tidak berguna. Entah disengaja atau tidak, sikap apriori terhadap uang kuno itu berdampak pada kurangnya penghargaan terhadap nilai historis dan daya jual uang antik tersebut. Alhasil, beberapa orang menggunakan uang kuno hanya untuk pengganti roda mainan anak yang rusak, alat kerik badan yang masuk angin, serta dimasukkan album atau celengan yang tidak pernah dibuka untuk pencairan. Padahal, kalau kita jeli, uang kuno bisa mendatangkan rezeki nomplok. Continue reading ‘Investasi Uang Kuno Boleh Dipertimbangkan’

Video Gempar Dunia Numismatika

•Mei 6, 2008 • 4 Komentar

[klik ajah]

Nah lho….. tunggu apalagi. Ayo dari sekarang koleksiin uang-uang kamu.

By: Okah

Sejarah Uang dan Numismatika

•Mei 6, 2008 • 2 Komentar

Sejarah Uang

Sejarah uang menurut Jack Wheatherford dalam buku “Sejarah Uang” bermula ketika bangsa Lydia membuat koin pertama (640-630 SM) dari elektrum, campuran emas dan perak yang terjadi secara alamiah. Mereka memotong-motong elektrum menjadi bulatan-bulatan oval yang beberapa kali lebih tebal dari pada koin modern, atau kira-kira seukuran ruas akhir ibu jari orang dewasa. Guna menjamin keotentikannya, raja memerintahkan tiap koin dicap dengan emblem kepala singa. Pengecapan itu juga berfungsi meratakan bulatan, mengawali transisi dari koin bungkal oval menjadi sekeping koin datar melingkar.

Hal ini memudahkan orang-orang pada zaman itu melakukan ‘jual beli’ yang sebelumnya menggunakan ‘uang’ komoditas. Uang komoditas yang dimaksud adalah barang-barang yang dianggap memiliki nilai tinggi bagi suatu bangsa. Masing-masing bangsa menggunakan uang komoditas yang berbeda satu dengan yang lainnya. Sebagai uang komoditas, bangsa India menggunakan buah almond, bangsa Guatemala menggunakan jagung, bangsa kepulauan Nobar menggunakan kelapa, bangsa-bangsa di Asia Tenggara menggunakan beras, bangsa Norwegia menggunakan mentega, dan bangsa Cina menggunakan garam. Karena ketidakpraktisan dan kendala dalam menentukan jumlah yang sebanding dengan barang-barang yang mereka inginkan, sistem jual beli dengan uang komoditas (barter, red) ini kemudian ditinggalkan.

Pada perkembangan selanjutnya, emas digunakan sebagai bahan dasar pembuat koin karena banyak bangsa mengakui nilai yang terkandung di dalamnya. Hal ini dikarenakan bentuknya yang tidak akan lekang termakan waktu ataupun cuaca. Emas murni akan tetap murni. Tidak seperti tembaga yang berubah warna menjadi hijau, besi yang berkarat, dan perak yang memudar.

Numismatika

Mungkin Anda baru mendengar atau membaca istilah ini. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, numismatika adalah sebuah telaah pengumpulan mata uang atau tanda jasa, medali, dan sebagainya. Khusus dalam hal ini, numismatika dapat dikatagorikan sebagai sebuah hobi mengumpulkan mata uang kuno. Sama seperti halnya filateli (hobi mengumpulkan perangko), semakin tua dan langka koleksi yang dimiliki, akan semakin bernilai di mata penggemarnya.

Di samping usia uang-uang kuno tersebut, keadaan fisik pun mempengaruhi nilai uang. Berdasarkan keadaan fisik ini, para kolektor membagi koleksi uang kuno mereka dalam beberapa kategori. Kategori tersebut adalah sebagai berikut.

1. Proof (PR). Uang dalam kategori ini memiliki bentuk yang sempurna (mirror-like surface). Hal ini dikarenakan uang-uang ini memang dicetak untuk kepentingan koleksi, perkenalan, serta untuk memperingati momen-momen tertentu.

2. Uncirculated (UNC). Keadaan fisik uang dalam kategori ini tidak memiliki cacat sedikit pun karena tidak beredar atau uncirculated. Di Eropa, khususnya Belanda dan Perancis, kondisi uang logam seperti ini disebut FDC atau Fleur de Coin.

3. Extremly Fine (ef atau xf). Kondisi uang dalam kategori ini walau masih bagus namun gambar dalam koin tersebut tidak begitu jelas. Secara keseluruhan kira-kira kondisi uang tersebut mendekati 90-95% dari uang aslinya. Berturut berdasarkan persen kualitas uang, numismatika menyebut beberapa tingkatan lagi di bawahnya yaitu Very Fine (vf), Fine (f), Very Good (vg) dan terakhir Good (g). Muslik

Sumber: Majalah Percikan Iman

Uang Bung Karno

•Mei 6, 2008 • 89 Komentar

ukuran sebenarnya

BI Akui Ada Uang Ribuan Bung Karno Asli dan Ajaib PEKALONGAN – Gegernya uang pecahan Rp 1000 bergambar Bung Karno yang dinilai ajaib mendapat perhatian dari Bank Indonesia (BI), Pihak BI melalui salah seorang pegawainya, Iwan Yunanto, saat ditemui koran ini stan Batik Internasional (PBI) Kota Pekalongan, kemarin, mengakui uang pecahan Rp 1000 bergambar mantan Presiden RI pertama tersebut memang ada. “Uang itu konon bisa menggulung sendiri tapi saya memang belum pernah melihatnya. Tapi yang jelas uang tersebut memang pernah dicetak dan sempat beredar pada jamannya,” ungkap Iwan, disela-sela menemui pengunjung, kepada koran ini, kemarin. Dikatakan, semua jenis uang rupiah dengan niilai rupiah yang bermacam-macam pihak BI menyimpannya sebagai arsip. Namun khusus uang bergambar Bung Karno senilai Rp 1000 BI tidak mempunyainya. ”Maksudnya, kami tidak memiliki uang pecahan Rp 1000 bergambar Bung Karno yang dapat menggulung sendiri. Kalau versi lainnya kami punya tapi tidak dapat menggulung sendiri yang kata orang disebut sebagai uang ajaib,” imbuh dia sembari meyakini keajaiaban uang tersebut dan harganya mahal. Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, Kota Pekalongan dibikin heboh dengan munculnya uang aneh pecahan Rp 1000 bergambar Bung Karno yang bisa bergerak sendiri. Uang kuno tersebut konon dibuat hanya 64 lembar oleh Bung Karno diatas kapal. (mg-3)

Sumber: Koran Meteor Pantura

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.